#Mungkin ini
awal dari semua cerita yang ku ketik. Mulai dari yang ku rasakan, yang ku liat, ataupun yang ku
denger. Semua ini mungkin memang hal – hal yang gak perlu diingat atau mungkin
malah terulang kembali, semua yang ada di dunia ini hanya sementara Dan itu
yang ku rasakan sekarang. Ku hanya mencoba menjadi manusia yang lebih baik lagi
dari yang kemarin, manusia yang bukan sempurna tapi mencoba untuk jadi yang
sempurna. Ini cerita ku.
“Aira
. ., ayo bangun nanti terlambat, ini hari pertama sekolah” suara merdu mama yang selalu ku rindu selama di
London.”iiaa ma.. Aira bangun” jawab ku sambil melihat
jam yang ternyata sudah pukul 05.30.”ya sudah Mama mau siapkan sarapan dulu.
Cepat ya Ra”.
Suara
burung yang berkicau di pagi hari yang selalu buat ku ceria entah berapa lama aku
tinggal di London tempat yang jauh dari kehidupan orang – orang Jakarta yang
selama ini jadi tempat masa kecil ku. “sarapan sayang” sapa ayah yang sibuk baca Koran. “iia ayah” aku yang dah gak sabar menyantap
nasi goreng buatan Mama yang dah lama gak aku rasakan. “mmm.. enak banget nasi
goreng buatan Mama” suara ku yang terdengar sampai ke dapur, ya walaupun gak
jauh dari ruang makan. “hmm . . mulai deh muji – muji Mama” tiba – tiba aja
kakak kesayangan ku yang baru aja sampai di ruang makan, “ sudah – sudah ayo
cepat sarapan, nanti kalian terlambat” suara Mama yang menghentikan suara ku
dan kakak. “ iiaa Maa” jawab ku dan kakak bersamaan.
Gak
kerasa sekarang aku dah masuk SMA yang selama ini ku tunggu, mungkin sama
seluruh manusia yang pengen banget ngerasain indahnya masa – masa SMA yang
katanya masa – masa yang paling indah. Pas aku sampai sekolah “ Ra inget ya
jangan jalan bareng aku di koridor sekolah” kata kakak ku yang tiba – tiba aja
berbicara seperti itu ya walaupun dalam keadaan bercanda tapi cukup mengagetkan
ku. “ apa sih ngomongnya kayak gitu ?” jawab ku dengan keadaan setengah bingung
dan dengan sikap kakak yang berlalu begitu saja dengan keadaan ku yang masih
termangu di depan pintu mobil. “Aira hei kok bengong” suara Ayah yang
mengagetkan lamunan ku yang masih bingung dengan perkataan jahil dari kakak, “
kak tunggu deh” panggil ku yang gak di hiraukan sama kakak yang jalan aja tanpa
nengok ke arah ku, “ ih sama adik sendiri kok kayak gitu” gerutu ku dalam hati.
Setibanya
ku di kelas 1-2 yang ku rasa gak ada perbedaan sama sekali sama apa yang
terjadi di sekolah selama ini, atau mungkin ini baru hari pertama masuk. “ hai ku
Rayza” sapa seseorang yang ada di belakang ku. “oh hai ku Aira” jawab ku yang
tersenyum ke cewe yang baru aja menyapa ku. “duduk di situ yuk” kata Rayza
sambil menarik tangan kanan ku “ ehh iiaa” jawab ku dalam keadaan kaget saat
Rayza menarik tangan ku. Saat bel tanda masuk berbunyi dan seluruh siswa siswi
masuk ke dalam kelasnya masing – masing.
“
siang anak – anak” sapa seseorang yang ternyata seorang perempuan yang terkenal
baik dan sopan. Dia adalah Ibu Siti Yulviana Marini yang biasa di panggil bu viana,
oh iia aku sendiri adalah anneira
Feizy Colhanrd biasa di panggil Aira, “ ya silalahkan satu persatu
mempelkenalkan diri didepan kelas dan di hadapan teman – teman kalian” sambung
Bu Viana. Yap tiba saatnya aku memperkenalkan diri ku “ hallo semua nama ku
Anneira Feizy Colhanrd, aku dari London Junior school, salam kenal semua” kata ku
yang kemudian di sambung Bu Viana “ kamu adiknya Regga ya?” “iaa Buu” jawab ku
yang malu – malu karena ku kira gak ada yang tau aku itu adiknya Reyga ferdi
Colhanrd nama lengkap kakak ku yang biasa di panggil Regga. “Ya sudah silahkan
kamu duduk” Bu Viana langsung menyuruh ku untuk duduk, setelah ku
memperkenalkan diri teman sebangku ku yang kemudian dipanggil ke depan “hallo
nama ku Neyza Rayza levard, ku dari
singapore junior school” Rayza berbicara di depan kelas dengan santai “iya
silahkan duduk...” Bu Viana berbicara dengan keadaan yang sedikit bingung untuk
memanggil Rayza, “Rayza buu..” jawab Rayza, “iiaa Rayza silahkan duduk” sambung
bu viana. Kemudian bunyi bel yang cukup lama untuk menyuruh semua murid
berkumpul dilapangan, “silahkan semuanya kelapangan, berkumpul disana untuk
mendengarkan arahan dari kepala sekolah” Bu Viana kemudian menyuruh semua murid
yang ada di dalam kelas 1-2. “siang anak – anak ..” sapa kepala sekolah “siang
pak” jawab seluruh murid serentak, kepala sekolah seorang yang katanya
berwibawa, tegas , ya mungkin itu yang ngebuat ketua yayasan enggan untuk
mencopot jabatannya yang dah cukup lama menjabat jadi kepala sekolah di SMA
ini.
Setelah
panjang lebar menjelaskan apa yang harus dilkukan selama sekolah di SMA ini
kepala sekolah membubarkan seluruh murid untuk beristirahat sejenak kemudian
kembali kedalam kelas untuk perkenalan dengan seluruh anggota osis, di SMA ini
gak ada yang namanya ospek, disini semua murid diperlkukan sama tanpa
membedakan antara senior dengan junior itu yang selama ini ada di SMA ini.
Setelah bel istirahat berbunyi seluruh siswa masuk kedalam kelas masing –
masing, disusul dengan anggota Osis yang masuk kedalam ruangan kelas 1, “ hallo
semua” sapa kakak kelas yang ternyata kakak ku sendiri, “hallo kak” jawab
seluruh siswa di dalam kelas, dengan keadaan kaget kakak ku sempet manggil “Aira”
kakak ku langsung terlihat bingung, “kenapa ga?” kata sahabat kak Rega yang
juga anggota Osis, “ggaa, gak papa” jawab kak Regga dengan gugup, “ bener loe
gak papa?” tambahnya “iiaa kok gak papa, gak percaya banget sih loe Zest” jawab
kak Rega yang agak sewot. “ udah – udah gak kelar dengerin lo ber2” tambah kak
Anhza, “kami disini hanya ingin meminta data dari kalian yaitu nama lengkap
kalian, hobby serta kalian mau mengambil ekstrkulikuler apa..” kata kak Syikha,
setelah mereka mengambil data pribadi, ada salah satu yang membaca data diri ku
“Gaa.. ini nama adik loe?” kata salah satu dari mereka “mana coba gw liat”
jawab kak Regga, “iiaa ini nama adik gw” tambahnya, dan kemudian salah satu
dari mereka menmanggil nama ku “Anneira Feizy Colhanrd..” aku yang langsung
menjawab “iiaa saya”, “cantik juga adik loe” kata Darren salah satu teman kak Regga,
“ hallo” sapanya, “hallo juga kak” sapa ku.
#setelah jam
pulang sekolah yang menunjukkan pukul 11.00 dan seluruh siswa di pulangkan
lebih awal, aku yang sudah menunggu kak Regga di depan gerbang cukup lama juga aku
menunggu kak Regga, tapi dengan santai kak Regga dateng dan bilang “ Ra kamu
pulang duluan aja aku masih ada keperluan ekskull”, “haahh ?? kak masa aku
pulang sendiri??, aku kan belum tau Jakarta” jawab ku dengan kesel, “Gaa dah di
tungguin tuh sama anak basket, gw gak ikut ngumpul ya, gw lagi ada keperluan”
kata Divan ketua basket yang juga temen kak Regga, “ohh iiaa” jawabnya, “ ya Ra
pulang aja duluan, nanti aku pulang agak terlambat dan jangan lupa bilang ke
Mama ya..” tambahnya berbicara dengan ku, “kak tapi kan aku gak tau jalan
pulang” jawab ku yang dengan nada agak keras dan itu juga yang mengagetkan kak Regga
yang bingung dengan nada suara ku yang terdengar semakin kesal, “duh gw
bingung, Van loe bias nganterin adik gw balik gak?” Tanya kak Regga kepada Divan,
“bias kok” jawab Divan, “tapi kak” kata – kata ku yang langsung aja di potong
kak Regga “udah bareng aja sama kak Divan, tenang aja..” jawabnya yang santai
“Van titip ya sampe rumah loh” tambahnya, “tenang aja kita searah ini sampe
rumah kok” jawab Divan, “ayuk kita pulang” tambahnya yang langsung menarik
tangan ku. Kurang lebih 15 menit Divan mengendarai mobilnya dengan kecepatan
lumayan tinggi karena keadaan jalan lengang, “dah sampe .., siapa namanya?” Divan
yang saat itu nengok kearah ku yang lagi asik menikmati jalan, “hai kok
bengong” tambahnya yang membuyarkan pandangan ku, “ eh iiaa kak dah sampe yah,
terimakasih ya kak” jawab ku, “iia sama – sama, nama kamu siapa? Kok pertanyaan
ku gak kamu jawab, lagi bengong ya..” jawab kak Divan sambil tersenyum dan
menyodorkan tangan untuk kenalan, “eeehh enggak kok aku Cuma lagi ngeliat jalan
Jakarta aja, ohh iiaa namku Aira” jawab ku sambil menjabat tangan kak Divan
yang hangat, “ oohh Aira.. yang lama tinggal di London itu yah..” kak Divan
menambahkan, “iiaa kak..” jawab ku yang sedikit bingung sambil berfikir dari
mana dia tau?, “ya sudah kak ku masuk dulu ya.. terima kasih ya kak dah
nganterin aku” tambah ku yang sedikit menyebarkan senyum yang menurut orang
manis, “ oh iiaa, sama – sama, tapi jangan panggil aku kakak ya panggil aja
Divaan, kesannya aku tua banget” jawabnya dengan santai, “ iiaa kak ,, eh Divan”
jawab ku yang langsung membuka pintu mobil, dan langsung menutupnya kembali,
lalu berlalu pergi menuju pintu gerbang.
# sampai di
dalam rumah yang serasa sepi kayaknya gak ada orang fikir ku, dan benar aja
“non ibu sama bapak pergi ke rumah temannya, menengok temannya yang sedang
sakit” kata bibi yang sudah lama bekerja di rumah ini, “iiaa bii.., makasih ya”
jawab ku, dikamar langsung aku tiduran di tempat tidur dengan keadaan ac yang
cukup dingin dalam keadaan kota Jakarta yang lumayan panas buat hari ini, tiba
– tiba aja aku teringat sama jabat tangan yang hangat dari kak Divan yang
membuat ku melamun dan gak inget sama apa yang terjadi di sekeliling ku. Sampai
– sampai “Aira.. Aira hei kok melamun siang – siang gini” suara Mama yang tiba
– tiba membuyarkan lamunan ku, “eh Mama.. kapan sampai kok cepet jenguk temen
Mama?” jawab ku dengan perasaan seolah gak ada apa – apa, “Mama dah dari tadi
kok,, Mama liat pintu kamar kamu terbuka ya Mama masuk aja eh liat kamu lagi
melamun., kok pertanyaan Mama gak di jawab sii?” jawab Mama sekaligus bertanya,
“ooo,, memang Mama Tanya apa?” jawab ku dengan perasaan yang bingung akibat
tadi melamun, “tuh kan Mama Tanya aja kamu gak denger, sudah jangan difikirkan,
cepat sana kamu ganti baju, terus Mama tunggu di meja makan ya,”perkataan Mama
yang membuat ku bingung dengan apa yang Mama maksud, “iiaa Maa..” jawab ku
dengan senyuman yang manja, “ya sudah cepat” tambah Mama yang langsung
meninggalkan ku di tempat tidur dan langsung menutup pintu kamar ku, belum lama
Mama meninggalkan kamar ku, aku teringat lagi dengan perkataan Mama yang tiba –
tiba aja membuat ku melamun siang – siang hingga ada orang yang datangpun aku
gak tau. Kenapa ya tangan Divan berbeda dengan tangan semua laki – laki yang
pernah jabat tangan ku, tangan Divan lebih hangat dari yang lain., “akh kenapa aku
jadi mikirin itu sii” sambil beranjak dari tempat tidur dan langsung menuju
kamar mandi untuk berganti pakaian.
“Ma
masak apa hari ini?” Tanya ku yang langsung membuka tudung saji yang ada di
meja makan, “masakan kesukaan kamu sayang” jawab Mama yang langsung
menghidangkan sayur asem yang selama ini aku kangenin dari semua masakan
Indonesia, “hmmm, , pasti enak” jawab ku yang langsung menghirup aroma masakan
buatan Mama, “iiaa donk” perkataan mama
yang memuji diri sendiri, selama aku makan gak ada perkataan Mama yang membuat ku
marah ataupun kesel, memang sii Mama dan Ayah memang selalu membuat rumah
nyaman gak pernah ada hal – hal yang membuat orang lain kesel. Kecuali ulah
kakak ku yang selalu ngebuat aku marah. “oohh iiaa Maa., tadi kak Regga bilang
katanya pulang terlambat, lagi ada apa tuh, keperluan sama anak basket apa osis
gitu aku lupa” kata – kata ku yang membuat Mama berhenti memotong buah, “oohh
Mama kira kakamu kenapa, iiaa tadi kak Regga dah sms Mama” jawab Mama yang
langsung melanjutkan kembali memotong buah.
Selesai
makan siang aku langsung nonton tv di ruang tv yang ada di lantai 2 sambil main
games di tablet pc kesayangan ku, yang aku dapet dari kakek sebagai hadiah
ualng tahun ku yang ke 15, karena ku jauh dari ortu selama ku tinggal di London
ya kurang lebih 5 – 6 tahun aku tinggal di London. Selagi aku asik nonton tv
banyak banget suara orang yang datang menuju ruang tv, ternyata suara kak Regga
sama teman – temanya yang mau membahas kegiatan selama 6 bulan kedepan,
ternyata ada Divan juga yang membuat ku sedikit kaget saat dia bilang “hai Aira asik banget sendirian disini”,
“ehh iiaa” jawaban ku yang agak kikuk terdengar dan semakin buat ku salah
tingkah denger omongan Regga yang tiba – tiba bilang “hayoo salting tuh
dideketin sama Divan” “apasih kak Regga omongannya gak jelas” sahut ku yang
bingung mau bilang apa, “udahlah Gaa jangan gangguin terus kasian kan Divan”
kata salah satu cewek yang aku fikir pacarnya Divan, tanpa di hiraukan kak Regga
langsung masuk kekamar dan mengganti bajunya, selama kak Regga berada di dalam
kamarnya aku yang sendirian di ruang tv bingung harus ngapain, dan salah satu
cowok yang bilang “Aira yang tadi duduk di sebelah Rayza ya ?”, “ hmm,, iiaa
kok kakak tau ?” jawab ku dengan mimik muka yang bingung, “iiaa aku kakaknya
Rayza namku Arzest” sambil mengulurkan tangan, “ohh aku Aira” yang langsung
menjabat tangannya, “ hayyo mau loe apain adik kesayangan gw” kata kak Reggaa
sambil mengacak – acak rambut lurus panjang ku, “kakak ih rambutku jadi
berantakan, kak Arzest hanya kenalan
kok, sensi banget” jawab ku ketus, “iiaa, iiaa, kamu jadi sensi juga” jawab kak
Regga, aku langsung beranjak pergi dari ruang tv dan langsung menuju ke ruang
tv dibawah, terdengar ada suara yang berbicara “ akh loe gaa gak boleh banget adik loe kenalan
sama salah satu dari kita” kata salah satu temannya, “gw kan cuma gak mau adik gw
salah bergaul sama kalian” jawabnya yang sambil bercanda dan meninggalkan teman
– temanya untuk mengambil cemilan.
#selama
mereka berada di ruang tv sampail jam 7 malam aku yang mundar mandiir masuk
kamar seperti ada yang merhatiin aku dan benar aja ada yang manggil ku “Aira
sini donk gabung jangan asik sendirian aja” ternyata yang berbicara adalah
saudara kembar kak Arzest yaitu kak illane, “ehh iiaa kak aku lagi ada
keperluan sama Ayah” jawab ku sambil menutup pintu kamar, “sini donk.. Divan
sendirian nih” sambung kak Arzest, “apaan sih loe pada” tambah Divan yang
terlihat salah tingkah, “iiaa kak nanti aja” jawab ku yang langsung menuju ke
ruang tamu, sampai ke ruang tanmu ada seseorag yang menunggu ayah, dan ternyata
itu adalah Sammy yang baru saja dating dari London. “hai Raa..” sapa Sammy,
“hai sam,,” jawab ku, “Aira tolong panggil kakakmu sebentar” kata ayah, “iiaa
yah” jawab ku yang langsung pergi menginggalkan ruang tamu, sampai di ruang tv ku
langsung memanggil kak Regga, “kak dipanggil ayah tuh”, “memang ada apa?” Tanyanya,
“gak tau” jawab ku, “ada tamu?” tambahnya, “iia ada Sammy sama orang tuanya”
jawab ku dengan nada sedikit bad mood, “oohh” jawab kak Regga singkat dan
langsung pergi menuju ruang tamu.
Hingga
pukul 9 malam Sammy dan keluarga pergi, ku mendengar ada suara yang berbicara,
“siapa Gaa, kayaknya tamu penting.”, “ohh iiaa itu temen ayah yang dari London
dan anaknya sii Sammy mantan adik gw” jawab kak Regga yang terlihat bt setelah
berbincang dengan Sammy, “ohh pantesan Aira
dari tadi gak keluar kamar” tambah kak illane, “yaudah semua dah bereskan
tinggal kegiatannya dan apa aja yang dibutuhin, nanti kita tentukan lagi, dah
malem nih gw sama illane harus balik” kata kak Arzest, “yaudah gw jga harus
balik” tambah Divan, “ok” jawab kak Regga singkat. Saat teman – teman kak Regga
pulang, kak Regga langsung mengetok pintu kamar ku “ Raa.., belum tidurkan?
Kakak boleh masuk gak ?”, “masuk aja kak pintunya gak di kunci kok” jawab ku,
setelah kak Regga membuaka pintu langsung masuk kedalam kamar dan duduk di
sebelah ku yang lagi tiduran di tempat tidur ku yang empuk, “ dek kamu dah gak
ada hubungan apa – apakan sama sii sam?”
Tanya kak Regga dengan penuh tanda Tanya pada mimik mukanya yang berbeda dari
biasanya, “iiaa aku memang dah gak ada hubungan apa – apa sama Sammy” jawab ku
dengan nada yang sedikit bingung, “kenapa sii emangnya kak ?” tambah ku, “gak
kok, gak ada apa – apa” jawabnya “kakak boleh tidur disini gak ? boleh yaa,
kakak kan kangen sama kamu, jadi kakak tidur di sini ya..” tambahnya tanpa
menunggu jawaban dari ku dan langsung mengambil selimut, “ih kakak aneh deh”
kata ku yang hanya dibalas senyuman oleh kak Regga
dan sedikit berbicara “dah tidur nanti terlambat bangun, jangan sampai bikin aku
terlambat loh” jawabnya dan langsung tidur, “iiaa” jawab ku yang ikut langsung
tertidur.
#pagi
harinya “Aira ayo bangun nanti terlambat ke sekolah” suara Mama yang
membangunkan ku, ternyata kakak ku tidur rusuh juga, selimut ku dah sama dia
semua jadi semaleman ku tidur gak pakai selimut piker ku yang sambil
membangunkan kak Regga, “kak bangun” , “iiaa” jawabnya “dah jam berapa memang
?” tambahnya “setengah 6” jawab ku yang lagsung menuju kamar mandi, “haahh..
kok kamu gak bangunin kakak sii,” kata kakak yang terburu – buru, “lah kenapa ku
yang di salahin, kakak sendriri yang bangun telat kenapa aku yang di salahin”
jawab ku dari kamar mandi dengan kesal, “loh Regga kamu tidur disini?” Tanya
Mama dengan sedikit bingung, “iiaa Maa, dah Regga terlambat, Regga dah janjian
sama Divan jam 6” jawab kakak dengan terburu – buru, “ya sudah sana cepat”
jawab mama, “kamu juda Aira jangan sampai terlambat Ayah mau berangkat cepat”
tambah Mama, “iiaa Maaa..” jawab ku dari dalam kamar mandi, selesai madi dan
berpakaian ku langsung menuju ruang makan yang sudah ada Ayah, kak Regga, dan Divan,
“ pagi yah ,,” sapa ku ke Ayah, “pagi juga sayang” sapa ayah, “loh kok cuma Ayah yang di sapa Kak Divan kok enggak?”
tambah Ayah, “oohh pagi kak” apa ku ke Divan, “pagii” balasnya. “pagi semua”
suara kak Regga, “pagii” jawab Ayah dan Mama, selesai sarapan ku dan Ayah
menuju ke mobil yang disusul kak Regga dan Divan, “dik bareng sama kakak dan Divan
aja, nanti Ayah terlambat” kata kak Regga yang maengajak ku naik mobil Divan,
“iiaa bareng aja” tambah Divan, “ya sudah bareng aja nanti Ayah terlambat” Mama
menambahkan, “iiaa ku bareng kakak dan kak Divan aja” jawab ku yang lagi
bingung harus jawab apa, di dalam mobil ku cuma bisa diam dan gak berbicara
sedikitpun yang ada ku cuma jadi patung walaupun kak Regga dan Divan sering
nengok kebelakan saat mereka asik ngobrol. Dan akhirnya sampai juga disekolah
kurang dari 15 menit dari rumah untuk sampai kesekolah waktu yang cepet apa
memang laju mobil yang kencang?? Ku gak tau mana yang bener dalam fikiran ku
cuma pengen banget sampai di dalam kelas dan jauh – jauh dari temen – temen kak
Regga yang selalu ngegangguin ku, “kak ku duluan ya” kata ku sebelum membuka
pintu mobil dan “buru – buru banget mau kemana sii?” Tanya kak Regga dengan
pertanyaan yang menurut ku tumben banget kak Regga bertanya seperti itu, “mau
langsung ke kelas aja” jawab ku tanpa berfikir apa yang akan ku bilang, “ya
udah bareng aja kenapa sii, takut bareng anak osis ? atau takut bareng senior?”
jawabnya dengan santai, “apa?? Gak jelas deh, ayo cepet jangan lama – lama”
jawab ku dengan nada yang terlihat kesel, “iiaa, iia, buru – buru banget, masuk
juga masih lamakan” jawab kak Regga kesal, “udah ini kakak gak mau ngalah
banget sama adik sendiri” kata Divan yang membuat ku dan kak Regga diam, “dah
yuk turun” tambahnya, saat di koridor yang aku rasa banyak banget pasang mata
yang melihat ku jalan dan turun dari mobil bareng sama anggota osis dan ketua
basket yang katanya ganteng??, “kak kok sepertinya banyak banget sii yang
ngeliatin” Tanya ku pada kak Regga, “perasaan kamu aja kalii” jawabnya, “masa
sii, kayaknya enggak deh, memang ada yang salah ya dari ku ??” tanyku lagi,
“gak ada kok, gag ada yang salah dari kamu” tambah kak Divan, “tuh denger gak
ada yang salah dari kamu, Divan tuh yang bilang bukan kakak” jawab kak Regga
dengan santai, ku yang berdiri diantara kak
Regga dan Divan dan mungkin itu yang ngebuat semua pasang mata melihat ke arah ku.
“dah sampai di depan kelas, nanti pulang bareng Divan lagi gak apa – apa kan?”
kata kak Regga, “gak apa – apa kan
van adik ku bareng lagi?” tanyanya kepada Divan, “gak apa – apa kok, nanti kamu
pulang bareng aku aja” jawabnya sambil nengok ke arah ku, “ohh iiaa, kak Regga
memang mau kemana?” jawab ku yang hanya sebentar melihat ke arah Divan dan
kemudian melihat kearah kak Regga, “ya sudah sana masuk” kata kak Regga
singkat, aku yang langsung masuk ke dalam kelas dan meninggalkan mereka tanpa
menengok kearah belakang, dan mereka berdua pun pergi menuju ruang kelas
mereka, “hai.. tadi aku liat kamu bareng sama wakil osis dan ketua basket ya
??” Tanya salah satu teman sekelasku yang belum aku ketahui siapa namanya.
“ohh iia nama ku Marrizza” tambahnya sambil
mengarahkan tangannya ke arah ku, “ohh iiaa, yang satu itu kakak ku sii Regga
yang satunya kak Divan, sahabatnya kak Regga, nama ku Aira” jawab ku sambil
menjabat tangannya, “enak ya bisa kenal sama ketua basket yang terkenal baik
dan ganteng itu” tambah Marrizza, “ehh hehehe, biasa aja kok” jawab ku sambil
tertawa kecil, “hai ..” sapa Rayza, “haii ,, juga” sapa ku dan Marrizza, bel
tanda masuk pun berbunyi semua murid masuk ke dalam kelasnya masing – masing
untuk mendapatkan pengarahan dari wali kelas. “ pagi semua” sapa bu Viana, “pagi Buu..” jawab semua
siswa serentak, pagi itu Bu Viana menjelaskan tentang pembagian ketua kelas
beserta perangkat – perangkat kelas yang lainnya.
aku
mendapatkan jabatan sebagai wakil ketua kelas dan ketua kelas pada saat itu
adalah Zandka harry permana yang biasa dipanggil Andaa, aku
dan Andaa harus segera menemui ketua dan wakil osis untuk mengambil daftar
ekstrakulikuler beserta formulir yang akan dibagikan ke semua siswa yang ada di
dalam kelas 1-2, “pagi kak” sapa ku dan Andaa bersamaan, “pagi silahkan masuk”
jawab semua yang berada di dalam ruang osis, “ ada apa ya Aira?”kata salah satu
dari mereka yang ternyata adalah kakak Rayza, “tadi saya diminta Bu Viana untuk
meminta daftar ekstrakulikuler dan formulirnya kak” jawabku, “oh itu ada di
kakakmu” kata kak Arezst, “iiaa terima kasih kak” jawabku sambil berlalu menuju
meja kak Regga disusul Andaa yang berada di belakangku, “apa dek” kata kak Regga
sebelum aku berbicara, “itu kak .. aku di suruh Bu Viana minta daftar
ekstrakulikuler dan formulir” jawabku, “oh sebentar, ini formulir dan daftarnya”
jawab kak Regga, “iiaa terimakasih kak” jawabku dan Andaa bersamaan, aku dan Andaa
langsung menuju ruang kelas.
dalam
perjalanan menuju ruang kelas aku tiba – tiba berfikir apa yang dimaksud oleh
kakak semalam sampai tiba – tiba “bbrruuukkk” suara tubuhku yang jatuh terduduk
dan kertas yang berserakan akibat aku menabrak seseorang, “maaf,, maaf,,”
seseorang yang bertabrakan dengan ku yang meminta maaf duluan dan ternyata
adalah Divan dan salah satu anggota tim basket yang belum aku kenal, “ehh iiaa,
gak apa – apa kok” jawabku sambil mengambil kertas yang terjatuh, “aku kira
siapa,, kamu gak apa – apa kan Aira ..” kata kak Divan yang membantuku
mengambil kertas yang terjatuh, “ehhh iiaa, maaf kak aku gak liat jalan dan
nabrak kakak, terima kasih kak atas bantuannya” jawabku sambil melihat kearah Divan,
“ ya sudah maaf ya ini formulirnya” kata kak Divan sambil memberikan formulir
yang diambilnya tadi, aku yang hanya bisa tersenyum kearah Divan dan temannya,
aku langsung berjalan menyusuri koridor yang saat itu agak ramai tanpa menengok
kearah belakang.
saat itu ada
seorang cewek yang memperhatikan gerak – gerik ku dan Divan akupun melupakan Andaa yang tadi juga membantuku, “kamu
gak apa – apa kan Raa..” Andaa memulai pembicaraannya, “ehh iiaa gak apa – apa
kok” jawabku santai, “ohh iaa, terimakasih ya..” tambahku, “terima kasih untuk
apa?” Tanya Andaa dengan heran, “itu tadi dah bantu aku mengambil kertas yang
jatuh” jawabku sambil tersenyum kepadanya, “ohh iiaa sama – sama ..” jawab Andaa
yang juga membalas senyum ku. Saat sampai di dalam kelas dan selesai membagikan
daftar beserta fomulir, aku langsung duduk dibangku sebelah Rayza dan memandang
kosong kearah papan tulis berfikir apa yang di maksud kak Regga semalam akupun
gak mendengar suara yang lama memanggilku, “Aira,, Aira,, Aira” Marrizza
memanggilku dengan suara keras tetapi aku ridak mendengarkannya, hingga rayza menepuk bahuku hingga 3x dan
memanggilku “Aira.. Raaa.. Airaa.. hei.. kamu bengong ya..” akupun baru
tersadar dan aku berbicara “eh ada apa Rayza..”, “kamu tuh dari tadi dipanggil
Marrizza.. tapi gag nengok – nengok..” jawabnya, “ohh iiaa,, ada apa
Marrizza??” jawabku sambil menengok kearah Marriza yang agak kesal dengan ku,
“maaf aku gak dengar,,” tambahku sambil meminta maaf, “kamu lagi ada fikiran
ya?” tanyanya, “ohh enggak kok, biasa lagi ada something – something sedikit..”
jawabku, “ada apa ya...?” tambahku, “ini formulinya sudah semua nanti kamu yang
mengantar atau Andaa?” tanyanya sambil memberikan tumpukan formulir yang telah
diisi, “oh aku saja nanti yang mengantar, Andaa kan lagi rapat di ruang osis”
jawabku sambil menerima tumpukan formulir itu.
Akupun
beranjak menuju ruang Osis, aku dan rayza
selama di koridor selalu bercanda tanpa terasa sudah sampai di ruang osis,
“permisi kak..” kataku dan Rayza, “iiaa, ada apa ya..” jawab salah satu dari
mereka yang rupanya tadi berjalan dengan Divan sewaktu aku menabraknya, “ini
kak formulir pendaftaran ekstrakulikuler..” kataku sambil menyodornkan tumpukan
formulir yang berada di tanganku, “ohh iiaa taruh disana saja” jawabnya
menunjuk kearah tumpukan formulir yang telah diisi berda tepat disebelahku,
“ada lagi?” tanyanya, “ohh gak kak terima kasih..” jawabku dan Rayza bersamaan.
Aku dan Rayza langsung keluar dari ruangan itu menuju ke kantin, sesampainya disana
aku tidak melihat kakak dan teman – temannya, atau mereka sedang ada rapat ya
fikirku tidak lama kemudian aku mendengar suara kak Regga dan temannya, benar
saja itu suara kak Regga “ehh kok disini? Formulirnya sudah?” tanya kak Regga,
“sudah kok kak, sudah berada di ruang osis” jawabku sambil melihat daftar
minuman yang akan aku pesan, “kakak duduk disini ya..?” tanyanya lagi, “boleh
kok kak silahkan aja” jawab Rayza, tanpa basa – basi kakak dan temannya duduk
di sebelahku. Akupun memesan jus alpukat kesukaanku dan Rayza memesan jus
mangga, “kak mau minum apa?” tanya ku ke kak Regga, “sama aja sama kamu”
jawabnya yang meminta aku memesan jus alpukat untuknya, “terus teman kakak
pesan minum apa?” tanya ku sambil mmenengok ke arah teman kak Regga yang berada
di sebelah kiri kak Regga, “mau minum apa Aszhka?” tanya kakak kepada Aszhka,
“hmm.. fanta aja ..” jawabnya tenang, sambil menunggu minum yang sedang di
pesan kakak dan temannya yang ternyata bernama Azshka dan kakak dari Divan,
“adiknya Regga ya?” tanya Aszhka kepadaku, “dan kamu pasti adiknya arzest”
tambahnya sambil menengok kearah Rayza, “ ehh iia kak ..” jawabku bersamaan
dengan Rayza, “pantas saja Divan, kemarin bengong trus menyebut nama kamu” kata
Aszhka yang tiba – tiba mengagetkan ku, “hah.. masa sii kak ??” tanya ku sambil
memperlihatkan mimik wajah yang bingung, “cie.. cie.. Airaa..” kata – kata kak Regga
yang menggodaku hingga membuat aku salah tingkah, untung saja kakak tidak
melihatnya, teman kak Regga yang lain berdatangan ke kantin dan menyapanya “
hai gaa .. wah ada kak Aszhka juga.. hallo kak” sapa salah satu di antara
mereka, “wah panjang umur baru aja di omongin” kata kak Aszhka melihat ke arah
Divan, “siapa ?” tanyanya bingung, “loh memang siapa lagi?, kan loe yang lagi
di omongin” kak Regga menambahkan, “haah gw?” jawab Divan bingung, “iiiaa..
jangan berlagak bingung deh loe ...” tambah kak Aszhka, Divan langsung duduk
berada tepat di sebelahku, karena bangku yang lain sudah terisi oleh teman –
temannya dan kakaknya rayza, “tuh kan langsung duduk di sebelah Aira..” kata –
kata kak Aszhka yang menggoda aku dan Divan yang membuat Divan kikuk, “salting
deh ..” tambah arzest yang
membantu menggoda Divan dan membuat Divan semakin salah tingkah. Tidak lama
kemudian handphone ku bergetar ada sms yang masuk, “haah Sammy..” kata – kataku
yang membuat kak Regga mengambil handphone ku dan langsung menelfon Sammy
dengan nada kesal, kak Regga pun pergi untuk berbicara dengan Sammy. Entah apa
yang kak Regga dan Sammy bicarakan, tapi akupun berfikir mungkinkah kakak
berang dengan semua yang telah Sammy lakukan selama ini denganku dan bukan
hannya dengan ku tapi dengan seluruh keluargaku, aku hannya duduk terdiam dan
tidak mengeluarkan satu katapun selama kakak berbicara dengan Sammy. Perasaanku
sungguh gak ada yang bisa mengungkapkannya, sampai Rayza berbicara “Raa.. hei
.. Aira.. , kok diem aja sii..” katanya sambil memegangi tangan kanan ku yang
berada di atas meja di kantin saat itu, “ohh gak kok .. aku hanya lagi berfikir
saja ..” jawabku dan perkataan ku tadi membuat semua yang saat itu berada satu
meja denganku terdiam sejenak dan melihat ku dengan tatapan penuh tannya, aku
yang saat itu merasa aku harus meninggalkan kantin dan saat itu aku mengajak
Rayza “ Rayza kekelas yuk..” tanpa menunggu jawaban dari Rayza aku langsung
berdiri menuju kasir untuk membayar semua minuman yang aku pesan tadi, “Raa..
Aira .. tunggu donk ..” Rayza memanggilku sambil tergesa – gesa mengejarku yang
sudah lebih dahulu berjalan menuju kelas, akupun terdiam selama di koridor dan
hannya bisa menatap jalan yang aku lewati entah apa yang ada dalam fikiranku
saat itu. “ Ra.. Airaa..” teriak salah seorang yang mengejarku dari kantin
tadi, dan aku hanya menoleh sebentar melihat seseorang yang memanggil namaku
itu ternyata kak Regga, “dek ,, kamu kenapa sii tiba – tiba pergi gitu aja
..??” katanya sambil menyodorkan handphone ku yang tadi diambilnya, “ohh ..”
jawabku singkat dan langsung mengambil handphone ku dari tangannya, “kamu
kenapa sii ?” tanyanya, “gak pa – pa kok, aku kekelas ya, ohh iiaa, terimakasih
handphonenya,,” jawabku dan pergi meninggalkan kakak yang berdiri dengan
perasaan yang bingung, sampai di salam kelas Rayza langsung meyerangku dengan
berbagai pertanyaan yang membuatku semakin kacau, tapi aku bahagia karena masih
ada yang memperhatikanku walaupun orang itu baaru saja aku kenal.
# jam
sekolah pun telah usai dan aku bergegas keluar kelas untuk menemui Divan yang
sudah berada di parker sekolah, “kak aku pulang naik taksi saja ya..” kata ku
yang membuatnya sedikit terlihat emosi dan entah apa yang terjadi hingga
membuatnya seperti itu, “kenapa kamu mau naik taksi? Sudah aku antar saja
sampai rumamu..” jawabnya yang tanpa basa – basi atau mendengarkan apa yang aku
akan katakana dan hanya embukakan pintu mobilnya dan menyuruhku masuk kedalam
mobilnya, akupun hanya menuruti apa yang Divan lakukan dan bisa terdiam,
didalam mobil pun aku diam dan gak mengatakan satu katapun, “kamu kenapa sii??,
kok tiba – tiba jadi dingin kayak gini” Divan yang bertanya dan memulai
percakapan, “hmm.. gak pa – pa kok ..” jawabku tanpa melihat kearahnya, saat
itu keadaan cuaca yang panas semakin membuat aku kehilangan semangat, “ tuh kan
diem aja, kenapa sii, cerita donk,, itu juga kalau kamu mau cerita sama
aku..”tambahnya dengan nada suara yang sedikit ingin tahu, “gak pa – pa kok
kak..” jawabku dengan senyuman saat menoleh ke arahnya, “ ooo,, ya udah gak pa
– pa kalau kamu gak mau cerita sekarang, aku akan selalu mendengarkan apa yang
kamu mau ceritakan kapanpun itu,..” jawabnya dengan senyuman yang menurutku itu
manis, “iiaa kak,, maaf ya aku belum bisa cerita sekarang” jawabku, “eee,,
sebelumnya jangan panggil aku kakak lagi ya.., kemarin kan dah aku bilang..”
tambahnya. “iiaa kak, eh Divan..” jawabku “gitu donk kan kedengarannya lebih
enak” jawbnya dengan senyuman yang sama dan membuatku merasa tenang saat dekat
dengannya, “mau temani aku gak ?” tanyanya, “mau kemana kak, eh Divan,,”
jawabku yang untuk pertama kalinya aku menatap matanya, “hmm kemana ya .. yang
jelas ngilangin bad mood kamu aja dulu .. nanti sambil jalan aku fikirkan lagi
kita mau kemana..” jawabnya dengan sekali lagi senyuman yang membuat hati
merasa nyaman, “ok.. tapi masa pakai baju sekolah sii?” jawabku sambil memegang
kerah bajuku, “ kita kerumah kamu aja dulu, kamu ganti baju sekalian minta izin
sama orang tuamu..” jawabnya sambil mengacak – acak rambutku, “uh rambutku ..”
jawabku sambil merapihkan rambutku yang tadi berantakan, “deuh sampe segitunya
sama rambut ..” jawabnya, “hmm.. habis ngerawatnya kan juga susah..” jawabku
yang masih membereskan rambutku, “loh kok susah sii,, kan banyak salon,, kenapa
susah ngerawatnya?” tanyanya bingung, “akukan bukan tipe cewek yang suka
kesalon.., tapi terkadang aku juga suka kesalon sii hanya buat potong rambut ku
saja ..” jawabku, “ooo kirain” jawab Divan, “maksudnya ?? kirain apa?” jawabku
dan sambil bertanya, “ ya gitu deh ..” jawabnya singkat, “huuhh .. gitu ihh..”
jawabku dengan sedikit bt, “ yah kambuh deh bad moodnya” kata Divan sambil
menengok kearahku, “ dah sampai tuh,, cepat ya ganti bajunya ..” tambahnya, “
iiaa ,,” jawabku dan langsung keluar dari mobil tanpa melihat ke arah belakang.
Sampai di dalam rumah aku tidak melihat mama ataupun bibi yang biasanya selalu
membukakan pintu, loh kok sepi fikirku, “ maa.. mama... maaa...” kataku dengan
suara yang agak keras dan saat aku menuju dapuruntuk mengambil minum
menghilangkan rasa hausku ada kertas
yang di tempelkan
nanti sambungannya :>>
Tidak ada komentar:
Posting Komentar