Selasa, 02 Oktober 2012

1st story




#Mungkin ini awal dari semua cerita yang ku ketik. Mulai dari  yang ku rasakan, yang ku liat, ataupun yang ku denger. Semua ini mungkin memang hal – hal yang gak perlu diingat atau mungkin malah terulang kembali, semua yang ada di dunia ini hanya sementara Dan itu yang ku rasakan sekarang. Ku hanya mencoba menjadi manusia yang lebih baik lagi dari yang kemarin, manusia yang bukan sempurna tapi mencoba untuk jadi yang sempurna. Ini cerita ku.
“Aira . ., ayo bangun nanti terlambat, ini hari pertama sekolah” suara merdu mama yang selalu ku rindu selama di London.”iiaa ma.. Aira bangun” jawab ku sambil melihat jam yang ternyata sudah pukul 05.30.”ya sudah Mama mau siapkan sarapan dulu. Cepat ya Ra”.
Suara burung yang berkicau di pagi hari yang selalu buat ku ceria entah berapa lama aku tinggal di London tempat yang jauh dari kehidupan orang – orang Jakarta yang selama ini jadi tempat masa kecil ku. “sarapan sayang” sapa ayah yang sibuk baca Koran. “iia ayah” aku yang dah gak sabar menyantap nasi goreng buatan Mama yang dah lama gak aku rasakan. “mmm.. enak banget nasi goreng buatan Mama” suara ku yang terdengar sampai ke dapur, ya walaupun gak jauh dari ruang makan. “hmm . . mulai deh muji – muji Mama” tiba – tiba aja kakak kesayangan ku yang baru aja sampai di ruang makan, “ sudah – sudah ayo cepat sarapan, nanti kalian terlambat” suara Mama yang menghentikan suara ku dan kakak. “ iiaa Maa” jawab ku dan kakak bersamaan.
Gak kerasa sekarang aku dah masuk SMA yang selama ini ku tunggu, mungkin sama seluruh manusia yang pengen banget ngerasain indahnya masa – masa SMA yang katanya masa – masa yang paling indah. Pas aku sampai sekolah “ Ra inget ya jangan jalan bareng aku di koridor sekolah” kata kakak ku yang tiba – tiba aja berbicara seperti itu ya walaupun dalam keadaan bercanda tapi cukup mengagetkan ku. “ apa sih ngomongnya kayak gitu ?” jawab ku dengan keadaan setengah bingung dan dengan sikap kakak yang berlalu begitu saja dengan keadaan ku yang masih termangu di depan pintu mobil. “Aira hei kok bengong” suara Ayah yang mengagetkan lamunan ku yang masih bingung dengan perkataan jahil dari kakak, “ kak tunggu deh” panggil ku yang gak di hiraukan sama kakak yang jalan aja tanpa nengok ke arah ku, “ ih sama adik sendiri kok kayak gitu” gerutu ku dalam hati.
Setibanya ku di kelas 1-2 yang ku rasa gak ada perbedaan sama sekali sama apa yang terjadi di sekolah selama ini, atau mungkin ini baru hari pertama masuk. “ hai ku Rayza” sapa seseorang yang ada di belakang ku. “oh hai ku Aira” jawab ku yang tersenyum ke cewe yang baru aja menyapa ku. “duduk di situ yuk” kata Rayza sambil menarik tangan kanan ku “ ehh iiaa” jawab ku dalam keadaan kaget saat Rayza menarik tangan ku. Saat bel tanda masuk berbunyi dan seluruh siswa siswi masuk ke dalam kelasnya masing – masing.
“ siang anak – anak” sapa seseorang yang ternyata seorang perempuan yang terkenal baik dan sopan. Dia adalah Ibu Siti Yulviana Marini yang biasa di panggil bu viana, oh iia aku sendiri adalah anneira Feizy Colhanrd biasa di panggil Aira, “ ya silalahkan satu persatu mempelkenalkan diri didepan kelas dan di hadapan teman – teman kalian” sambung Bu Viana. Yap tiba saatnya aku memperkenalkan diri ku “ hallo semua nama ku Anneira Feizy Colhanrd, aku dari London Junior school, salam kenal semua” kata ku yang kemudian di sambung Bu Viana “ kamu adiknya Regga ya?” “iaa Buu” jawab ku yang malu – malu karena ku kira gak ada yang tau aku itu adiknya Reyga ferdi Colhanrd nama lengkap kakak ku yang biasa di panggil Regga. “Ya sudah silahkan kamu duduk” Bu Viana langsung menyuruh ku untuk duduk, setelah ku memperkenalkan diri teman sebangku ku yang kemudian dipanggil ke depan “hallo nama ku Neyza Rayza levard, ku dari singapore junior school” Rayza berbicara di depan kelas dengan santai “iya silahkan duduk...” Bu Viana berbicara dengan keadaan yang sedikit bingung untuk memanggil Rayza, “Rayza buu..” jawab Rayza, “iiaa Rayza silahkan duduk” sambung bu viana. Kemudian bunyi bel yang cukup lama untuk menyuruh semua murid berkumpul dilapangan, “silahkan semuanya kelapangan, berkumpul disana untuk mendengarkan arahan dari kepala sekolah” Bu Viana kemudian menyuruh semua murid yang ada di dalam kelas 1-2. “siang anak – anak ..” sapa kepala sekolah “siang pak” jawab seluruh murid serentak, kepala sekolah seorang yang katanya berwibawa, tegas , ya mungkin itu yang ngebuat ketua yayasan enggan untuk mencopot jabatannya yang dah cukup lama menjabat jadi kepala sekolah di SMA ini.
Setelah panjang lebar menjelaskan apa yang harus dilkukan selama sekolah di SMA ini kepala sekolah membubarkan seluruh murid untuk beristirahat sejenak kemudian kembali kedalam kelas untuk perkenalan dengan seluruh anggota osis, di SMA ini gak ada yang namanya ospek, disini semua murid diperlkukan sama tanpa membedakan antara senior dengan junior itu yang selama ini ada di SMA ini. Setelah bel istirahat berbunyi seluruh siswa masuk kedalam kelas masing – masing, disusul dengan anggota Osis yang masuk kedalam ruangan kelas 1, “ hallo semua” sapa kakak kelas yang ternyata kakak ku sendiri, “hallo kak” jawab seluruh siswa di dalam kelas, dengan keadaan kaget kakak ku sempet manggil “Aira” kakak ku langsung terlihat bingung, “kenapa ga?” kata sahabat kak Rega yang juga anggota Osis, “ggaa, gak papa” jawab kak Regga dengan gugup, “ bener loe gak papa?” tambahnya “iiaa kok gak papa, gak percaya banget sih loe Zest” jawab kak Rega yang agak sewot. “ udah – udah gak kelar dengerin lo ber2” tambah kak Anhza, “kami disini hanya ingin meminta data dari kalian yaitu nama lengkap kalian, hobby serta kalian mau mengambil ekstrkulikuler apa..” kata kak Syikha, setelah mereka mengambil data pribadi, ada salah satu yang membaca data diri ku “Gaa.. ini nama adik loe?” kata salah satu dari mereka “mana coba gw liat” jawab kak Regga, “iiaa ini nama adik gw” tambahnya, dan kemudian salah satu dari mereka menmanggil nama ku “Anneira Feizy Colhanrd..” aku yang langsung menjawab “iiaa saya”, “cantik juga adik loe” kata Darren salah satu teman kak Regga, “ hallo” sapanya, “hallo juga kak” sapa ku.
#setelah jam pulang sekolah yang menunjukkan pukul 11.00 dan seluruh siswa di pulangkan lebih awal, aku yang sudah menunggu kak Regga di depan gerbang cukup lama juga aku menunggu kak Regga, tapi dengan santai kak Regga dateng dan bilang “ Ra kamu pulang duluan aja aku masih ada keperluan ekskull”, “haahh ?? kak masa aku pulang sendiri??, aku kan belum tau Jakarta” jawab ku dengan kesel, “Gaa dah di tungguin tuh sama anak basket, gw gak ikut ngumpul ya, gw lagi ada keperluan” kata Divan ketua basket yang juga temen kak Regga, “ohh iiaa” jawabnya, “ ya Ra pulang aja duluan, nanti aku pulang agak terlambat dan jangan lupa bilang ke Mama ya..” tambahnya berbicara dengan ku, “kak tapi kan aku gak tau jalan pulang” jawab ku yang dengan nada agak keras dan itu juga yang mengagetkan kak Regga yang bingung dengan nada suara ku yang terdengar semakin kesal, “duh gw bingung, Van loe bias nganterin adik gw balik gak?” Tanya kak Regga kepada Divan, “bias kok” jawab Divan, “tapi kak” kata – kata ku yang langsung aja di potong kak Regga “udah bareng aja sama kak Divan, tenang aja..” jawabnya yang santai “Van titip ya sampe rumah loh” tambahnya, “tenang aja kita searah ini sampe rumah kok” jawab Divan, “ayuk kita pulang” tambahnya yang langsung menarik tangan ku. Kurang lebih 15 menit Divan mengendarai mobilnya dengan kecepatan lumayan tinggi karena keadaan jalan lengang, “dah sampe .., siapa namanya?” Divan yang saat itu nengok kearah ku yang lagi asik menikmati jalan, “hai kok bengong” tambahnya yang membuyarkan pandangan ku, “ eh iiaa kak dah sampe yah, terimakasih ya kak” jawab ku, “iia sama – sama, nama kamu siapa? Kok pertanyaan ku gak kamu jawab, lagi bengong ya..” jawab kak Divan sambil tersenyum dan menyodorkan tangan untuk kenalan, “eeehh enggak kok aku Cuma lagi ngeliat jalan Jakarta aja, ohh iiaa namku Aira” jawab ku sambil menjabat tangan kak Divan yang hangat, “ oohh Aira.. yang lama tinggal di London itu yah..” kak Divan menambahkan, “iiaa kak..” jawab ku yang sedikit bingung sambil berfikir dari mana dia tau?, “ya sudah kak ku masuk dulu ya.. terima kasih ya kak dah nganterin aku” tambah ku yang sedikit menyebarkan senyum yang menurut orang manis, “ oh iiaa, sama – sama, tapi jangan panggil aku kakak ya panggil aja Divaan, kesannya aku tua banget” jawabnya dengan santai, “ iiaa kak ,, eh Divan” jawab ku yang langsung membuka pintu mobil, dan langsung menutupnya kembali, lalu berlalu pergi menuju pintu gerbang.
# sampai di dalam rumah yang serasa sepi kayaknya gak ada orang fikir ku, dan benar aja “non ibu sama bapak pergi ke rumah temannya, menengok temannya yang sedang sakit” kata bibi yang sudah lama bekerja di rumah ini, “iiaa bii.., makasih ya” jawab ku, dikamar langsung aku tiduran di tempat tidur dengan keadaan ac yang cukup dingin dalam keadaan kota Jakarta yang lumayan panas buat hari ini, tiba – tiba aja aku teringat sama jabat tangan yang hangat dari kak Divan yang membuat ku melamun dan gak inget sama apa yang terjadi di sekeliling ku. Sampai – sampai “Aira.. Aira hei kok melamun siang – siang gini” suara Mama yang tiba – tiba membuyarkan lamunan ku, “eh Mama.. kapan sampai kok cepet jenguk temen Mama?” jawab ku dengan perasaan seolah gak ada apa – apa, “Mama dah dari tadi kok,, Mama liat pintu kamar kamu terbuka ya Mama masuk aja eh liat kamu lagi melamun., kok pertanyaan Mama gak di jawab sii?” jawab Mama sekaligus bertanya, “ooo,, memang Mama Tanya apa?” jawab ku dengan perasaan yang bingung akibat tadi melamun, “tuh kan Mama Tanya aja kamu gak denger, sudah jangan difikirkan, cepat sana kamu ganti baju, terus Mama tunggu di meja makan ya,”perkataan Mama yang membuat ku bingung dengan apa yang Mama maksud, “iiaa Maa..” jawab ku dengan senyuman yang manja, “ya sudah cepat” tambah Mama yang langsung meninggalkan ku di tempat tidur dan langsung menutup pintu kamar ku, belum lama Mama meninggalkan kamar ku, aku teringat lagi dengan perkataan Mama yang tiba – tiba aja membuat ku melamun siang – siang hingga ada orang yang datangpun aku gak tau. Kenapa ya tangan Divan berbeda dengan tangan semua laki – laki yang pernah jabat tangan ku, tangan Divan lebih hangat dari yang lain., “akh kenapa aku jadi mikirin itu sii” sambil beranjak dari tempat tidur dan langsung menuju kamar mandi untuk berganti pakaian.
“Ma masak apa hari ini?” Tanya ku yang langsung membuka tudung saji yang ada di meja makan, “masakan kesukaan kamu sayang” jawab Mama yang langsung menghidangkan sayur asem yang selama ini aku kangenin dari semua masakan Indonesia, “hmmm, , pasti enak” jawab ku yang langsung menghirup aroma masakan buatan Mama, “iiaa donk” perkataan mama yang memuji diri sendiri, selama aku makan gak ada perkataan Mama yang membuat ku marah ataupun kesel, memang sii Mama dan Ayah memang selalu membuat rumah nyaman gak pernah ada hal – hal yang membuat orang lain kesel. Kecuali ulah kakak ku yang selalu ngebuat aku marah. “oohh iiaa Maa., tadi kak Regga bilang katanya pulang terlambat, lagi ada apa tuh, keperluan sama anak basket apa osis gitu aku lupa” kata – kata ku yang membuat Mama berhenti memotong buah, “oohh Mama kira kakamu kenapa, iiaa tadi kak Regga dah sms Mama” jawab Mama yang langsung melanjutkan kembali memotong buah.

Selesai makan siang aku langsung nonton tv di ruang tv yang ada di lantai 2 sambil main games di tablet pc kesayangan ku, yang aku dapet dari kakek sebagai hadiah ualng tahun ku yang ke 15, karena ku jauh dari ortu selama ku tinggal di London ya kurang lebih 5 – 6 tahun aku tinggal di London. Selagi aku asik nonton tv banyak banget suara orang yang datang menuju ruang tv, ternyata suara kak Regga sama teman – temanya yang mau membahas kegiatan selama 6 bulan kedepan, ternyata ada Divan juga yang membuat ku sedikit kaget saat dia bilang “hai Aira asik banget sendirian disini”, “ehh iiaa” jawaban ku yang agak kikuk terdengar dan semakin buat ku salah tingkah denger omongan Regga yang tiba – tiba bilang “hayoo salting tuh dideketin sama Divan” “apasih kak Regga omongannya gak jelas” sahut ku yang bingung mau bilang apa, “udahlah Gaa jangan gangguin terus kasian kan Divan” kata salah satu cewek yang aku fikir pacarnya Divan, tanpa di hiraukan kak Regga langsung masuk kekamar dan mengganti bajunya, selama kak Regga berada di dalam kamarnya aku yang sendirian di ruang tv bingung harus ngapain, dan salah satu cowok yang bilang “Aira yang tadi duduk di sebelah Rayza ya ?”, “ hmm,, iiaa kok kakak tau ?” jawab ku dengan mimik muka yang bingung, “iiaa aku kakaknya Rayza namku Arzest” sambil mengulurkan tangan, “ohh aku Aira” yang langsung menjabat tangannya, “ hayyo mau loe apain adik kesayangan gw” kata kak Reggaa sambil mengacak – acak rambut lurus panjang ku, “kakak ih rambutku jadi berantakan,  kak Arzest hanya kenalan kok, sensi banget” jawab ku ketus, “iiaa, iiaa, kamu jadi sensi juga” jawab kak Regga, aku langsung beranjak pergi dari ruang tv dan langsung menuju ke ruang tv dibawah, terdengar ada suara yang berbicara “ akh loe gaa gak boleh banget adik loe kenalan sama salah satu dari kita” kata salah satu temannya, “gw kan cuma gak mau adik gw salah bergaul sama kalian” jawabnya yang sambil bercanda dan meninggalkan teman – temanya untuk mengambil cemilan.
#selama mereka berada di ruang tv sampail jam 7 malam aku yang mundar mandiir masuk kamar seperti ada yang merhatiin aku dan benar aja ada yang manggil ku “Aira sini donk gabung jangan asik sendirian aja” ternyata yang berbicara adalah saudara kembar kak Arzest yaitu kak illane, “ehh iiaa kak aku lagi ada keperluan sama Ayah” jawab ku sambil menutup pintu kamar, “sini donk.. Divan sendirian nih” sambung kak Arzest, “apaan sih loe pada” tambah Divan yang terlihat salah tingkah, “iiaa kak nanti aja” jawab ku yang langsung menuju ke ruang tamu, sampai ke ruang tanmu ada seseorag yang menunggu ayah, dan ternyata itu adalah Sammy yang baru saja dating dari London. “hai Raa..” sapa Sammy, “hai sam,,” jawab ku, “Aira tolong panggil kakakmu sebentar” kata ayah, “iiaa yah” jawab ku yang langsung pergi menginggalkan ruang tamu, sampai di ruang tv ku langsung memanggil kak Regga, “kak dipanggil ayah tuh”, “memang ada apa?” Tanyanya, “gak tau” jawab ku, “ada tamu?” tambahnya, “iia ada Sammy sama orang tuanya” jawab ku dengan nada sedikit bad mood, “oohh” jawab kak Regga singkat dan langsung pergi menuju ruang tamu.
Hingga pukul 9 malam Sammy dan keluarga pergi, ku mendengar ada suara yang berbicara, “siapa Gaa, kayaknya tamu penting.”, “ohh iiaa itu temen ayah yang dari London dan anaknya sii Sammy mantan adik gw” jawab kak Regga yang terlihat bt setelah berbincang dengan Sammy, “ohh pantesan Aira dari tadi gak keluar kamar” tambah kak illane, “yaudah semua dah bereskan tinggal kegiatannya dan apa aja yang dibutuhin, nanti kita tentukan lagi, dah malem nih gw sama illane harus balik” kata kak Arzest, “yaudah gw jga harus balik” tambah Divan, “ok” jawab kak Regga singkat. Saat teman – teman kak Regga pulang, kak Regga langsung mengetok pintu kamar ku “ Raa.., belum tidurkan? Kakak boleh masuk gak ?”, “masuk aja kak pintunya gak di kunci kok” jawab ku, setelah kak Regga membuaka pintu langsung masuk kedalam kamar dan duduk di sebelah ku yang lagi tiduran di tempat tidur ku yang empuk, “ dek kamu dah gak ada hubungan apa – apakan sama sii sam?” Tanya kak Regga dengan penuh tanda Tanya pada mimik mukanya yang berbeda dari biasanya, “iiaa aku memang dah gak ada hubungan apa – apa sama Sammy” jawab ku dengan nada yang sedikit bingung, “kenapa sii emangnya kak ?” tambah ku, “gak kok, gak ada apa – apa” jawabnya “kakak boleh tidur disini gak ? boleh yaa, kakak kan kangen sama kamu, jadi kakak tidur di sini ya..” tambahnya tanpa menunggu jawaban dari ku dan langsung mengambil selimut, “ih kakak aneh deh” kata ku yang hanya dibalas senyuman oleh kak Regga dan sedikit berbicara “dah tidur nanti terlambat bangun, jangan sampai bikin aku terlambat loh” jawabnya dan langsung tidur, “iiaa” jawab ku yang ikut langsung tertidur.
#pagi harinya “Aira ayo bangun nanti terlambat ke sekolah” suara Mama yang membangunkan ku, ternyata kakak ku tidur rusuh juga, selimut ku dah sama dia semua jadi semaleman ku tidur gak pakai selimut piker ku yang sambil membangunkan kak Regga, “kak bangun” , “iiaa” jawabnya “dah jam berapa memang ?” tambahnya “setengah 6” jawab ku yang lagsung menuju kamar mandi, “haahh.. kok kamu gak bangunin kakak sii,” kata kakak yang terburu – buru, “lah kenapa ku yang di salahin, kakak sendriri yang bangun telat kenapa aku yang di salahin” jawab ku dari kamar mandi dengan kesal, “loh Regga kamu tidur disini?” Tanya Mama dengan sedikit bingung, “iiaa Maa, dah Regga terlambat, Regga dah janjian sama Divan jam 6” jawab kakak dengan terburu – buru, “ya sudah sana cepat” jawab mama, “kamu juda Aira jangan sampai terlambat Ayah mau berangkat cepat” tambah Mama, “iiaa Maaa..” jawab ku dari dalam kamar mandi, selesai madi dan berpakaian ku langsung menuju ruang makan yang sudah ada Ayah, kak Regga, dan Divan, “ pagi yah ,,” sapa ku ke Ayah, “pagi juga sayang” sapa ayah, “loh kok cuma Ayah yang di sapa Kak Divan kok enggak?” tambah Ayah, “oohh pagi kak” apa ku ke Divan, “pagii” balasnya. “pagi semua” suara kak Regga, “pagii” jawab Ayah dan Mama, selesai sarapan ku dan Ayah menuju ke mobil yang disusul kak Regga dan Divan, “dik bareng sama kakak dan Divan aja, nanti Ayah terlambat” kata kak Regga yang maengajak ku naik mobil Divan, “iiaa bareng aja” tambah Divan, “ya sudah bareng aja nanti Ayah terlambat” Mama menambahkan, “iiaa ku bareng kakak dan kak Divan aja” jawab ku yang lagi bingung harus jawab apa, di dalam mobil ku cuma bisa diam dan gak berbicara sedikitpun yang ada ku cuma jadi patung walaupun kak Regga dan Divan sering nengok kebelakan saat mereka asik ngobrol. Dan akhirnya sampai juga disekolah kurang dari 15 menit dari rumah untuk sampai kesekolah waktu yang cepet apa memang laju mobil yang kencang?? Ku gak tau mana yang bener dalam fikiran ku cuma pengen banget sampai di dalam kelas dan jauh – jauh dari temen – temen kak Regga yang selalu ngegangguin ku, “kak ku duluan ya” kata ku sebelum membuka pintu mobil dan “buru – buru banget mau kemana sii?” Tanya kak Regga dengan pertanyaan yang menurut ku tumben banget kak Regga bertanya seperti itu, “mau langsung ke kelas aja” jawab ku tanpa berfikir apa yang akan ku bilang, “ya udah bareng aja kenapa sii, takut bareng anak osis ? atau takut bareng senior?” jawabnya dengan santai, “apa?? Gak jelas deh, ayo cepet jangan lama – lama” jawab ku dengan nada yang terlihat kesel, “iiaa, iia, buru – buru banget, masuk juga masih lamakan” jawab kak Regga kesal, “udah ini kakak gak mau ngalah banget sama adik sendiri” kata Divan yang membuat ku dan kak Regga diam, “dah yuk turun” tambahnya, saat di koridor yang aku rasa banyak banget pasang mata yang melihat ku jalan dan turun dari mobil bareng sama anggota osis dan ketua basket yang katanya ganteng??, “kak kok sepertinya banyak banget sii yang ngeliatin” Tanya ku pada kak Regga, “perasaan kamu aja kalii” jawabnya, “masa sii, kayaknya enggak deh, memang ada yang salah ya dari ku ??” tanyku lagi, “gak ada kok, gag ada yang salah dari kamu” tambah kak Divan, “tuh denger gak ada yang salah dari kamu, Divan tuh yang bilang bukan kakak” jawab kak Regga dengan santai,  ku yang berdiri diantara kak Regga dan Divan dan mungkin itu yang ngebuat semua pasang mata melihat ke arah ku. “dah sampai di depan kelas, nanti pulang bareng Divan lagi gak apa – apa kan?” kata kak Regga, “gak apa – apa kan van adik ku bareng lagi?” tanyanya kepada Divan, “gak apa – apa kok, nanti kamu pulang bareng aku aja” jawabnya sambil nengok ke arah ku, “ohh iiaa, kak Regga memang mau kemana?” jawab ku yang hanya sebentar melihat ke arah Divan dan kemudian melihat kearah kak Regga, “ya sudah sana masuk” kata kak Regga singkat, aku yang langsung masuk ke dalam kelas dan meninggalkan mereka tanpa menengok kearah belakang, dan mereka berdua pun pergi menuju ruang kelas mereka, “hai.. tadi aku liat kamu bareng sama wakil osis dan ketua basket ya ??” Tanya salah satu teman sekelasku yang belum aku ketahui siapa namanya.
 “ohh iia nama ku Marrizza” tambahnya sambil mengarahkan tangannya ke arah ku, “ohh iiaa, yang satu itu kakak ku sii Regga yang satunya kak Divan, sahabatnya kak Regga, nama ku Aira” jawab ku sambil menjabat tangannya, “enak ya bisa kenal sama ketua basket yang terkenal baik dan ganteng itu” tambah Marrizza, “ehh hehehe, biasa aja kok” jawab ku sambil tertawa kecil, “hai ..” sapa Rayza, “haii ,, juga” sapa ku dan Marrizza, bel tanda masuk pun berbunyi semua murid masuk ke dalam kelasnya masing – masing untuk mendapatkan pengarahan dari wali kelas. “ pagi semua” sapa bu Viana, “pagi Buu..” jawab semua siswa serentak, pagi itu Bu Viana menjelaskan tentang pembagian ketua kelas beserta perangkat – perangkat kelas yang lainnya.
aku mendapatkan jabatan sebagai wakil ketua kelas dan ketua kelas pada saat itu adalah Zandka harry permana yang biasa dipanggil Andaa, aku dan Andaa harus segera menemui ketua dan wakil osis untuk mengambil daftar ekstrakulikuler beserta formulir yang akan dibagikan ke semua siswa yang ada di dalam kelas 1-2, “pagi kak” sapa ku dan Andaa bersamaan, “pagi silahkan masuk” jawab semua yang berada di dalam ruang osis, “ ada apa ya Aira?”kata salah satu dari mereka yang ternyata adalah kakak Rayza, “tadi saya diminta Bu Viana untuk meminta daftar ekstrakulikuler dan formulirnya kak” jawabku, “oh itu ada di kakakmu” kata kak Arezst, “iiaa terima kasih kak” jawabku sambil berlalu menuju meja kak Regga disusul Andaa yang berada di belakangku, “apa dek” kata kak Regga sebelum aku berbicara, “itu kak .. aku di suruh Bu Viana minta daftar ekstrakulikuler dan formulir” jawabku, “oh sebentar, ini formulir dan daftarnya” jawab kak Regga, “iiaa terimakasih kak” jawabku dan Andaa bersamaan, aku dan Andaa langsung menuju ruang kelas.
dalam perjalanan menuju ruang kelas aku tiba – tiba berfikir apa yang dimaksud oleh kakak semalam sampai tiba – tiba “bbrruuukkk” suara tubuhku yang jatuh terduduk dan kertas yang berserakan akibat aku menabrak seseorang, “maaf,, maaf,,” seseorang yang bertabrakan dengan ku yang meminta maaf duluan dan ternyata adalah Divan dan salah satu anggota tim basket yang belum aku kenal, “ehh iiaa, gak apa – apa kok” jawabku sambil mengambil kertas yang terjatuh, “aku kira siapa,, kamu gak apa – apa kan Aira ..” kata kak Divan yang membantuku mengambil kertas yang terjatuh, “ehhh iiaa, maaf kak aku gak liat jalan dan nabrak kakak, terima kasih kak atas bantuannya” jawabku sambil melihat kearah Divan, “ ya sudah maaf ya ini formulirnya” kata kak Divan sambil memberikan formulir yang diambilnya tadi, aku yang hanya bisa tersenyum kearah Divan dan temannya, aku langsung berjalan menyusuri koridor yang saat itu agak ramai tanpa menengok kearah belakang.

saat itu ada seorang cewek yang memperhatikan gerak – gerik ku dan Divan akupun melupakan Andaa yang tadi juga membantuku, “kamu gak apa – apa kan Raa..” Andaa memulai pembicaraannya, “ehh iiaa gak apa – apa kok” jawabku santai, “ohh iaa, terimakasih ya..” tambahku, “terima kasih untuk apa?” Tanya Andaa dengan heran, “itu tadi dah bantu aku mengambil kertas yang jatuh” jawabku sambil tersenyum kepadanya, “ohh iiaa sama – sama ..” jawab Andaa yang juga membalas senyum ku. Saat sampai di dalam kelas dan selesai membagikan daftar beserta fomulir, aku langsung duduk dibangku sebelah Rayza dan memandang kosong kearah papan tulis berfikir apa yang di maksud kak Regga semalam akupun gak mendengar suara yang lama memanggilku, “Aira,, Aira,, Aira” Marrizza memanggilku dengan suara keras tetapi aku ridak mendengarkannya, hingga rayza menepuk bahuku hingga 3x dan memanggilku “Aira.. Raaa.. Airaa.. hei.. kamu bengong ya..” akupun baru tersadar dan aku berbicara “eh ada apa Rayza..”, “kamu tuh dari tadi dipanggil Marrizza.. tapi gag nengok – nengok..” jawabnya, “ohh iiaa,, ada apa Marrizza??” jawabku sambil menengok kearah Marriza yang agak kesal dengan ku, “maaf aku gak dengar,,” tambahku sambil meminta maaf, “kamu lagi ada fikiran ya?” tanyanya, “ohh enggak kok, biasa lagi ada something – something sedikit..” jawabku, “ada apa ya...?” tambahku, “ini formulinya sudah semua nanti kamu yang mengantar atau Andaa?” tanyanya sambil memberikan tumpukan formulir yang telah diisi, “oh aku saja nanti yang mengantar, Andaa kan lagi rapat di ruang osis” jawabku sambil menerima tumpukan formulir itu.
Akupun beranjak menuju ruang Osis, aku dan rayza selama di koridor selalu bercanda tanpa terasa sudah sampai di ruang osis, “permisi kak..” kataku dan Rayza, “iiaa, ada apa ya..” jawab salah satu dari mereka yang rupanya tadi berjalan dengan Divan sewaktu aku menabraknya, “ini kak formulir pendaftaran ekstrakulikuler..” kataku sambil menyodornkan tumpukan formulir yang berada di tanganku, “ohh iiaa taruh disana saja” jawabnya menunjuk kearah tumpukan formulir yang telah diisi berda tepat disebelahku, “ada lagi?” tanyanya, “ohh gak kak terima kasih..” jawabku dan Rayza bersamaan. Aku dan Rayza langsung keluar dari ruangan itu menuju ke kantin, sesampainya disana aku tidak melihat kakak dan teman – temannya, atau mereka sedang ada rapat ya fikirku tidak lama kemudian aku mendengar suara kak Regga dan temannya, benar saja itu suara kak Regga “ehh kok disini? Formulirnya sudah?” tanya kak Regga, “sudah kok kak, sudah berada di ruang osis” jawabku sambil melihat daftar minuman yang akan aku pesan, “kakak duduk disini ya..?” tanyanya lagi, “boleh kok kak silahkan aja” jawab Rayza, tanpa basa – basi kakak dan temannya duduk di sebelahku. Akupun memesan jus alpukat kesukaanku dan Rayza memesan jus mangga, “kak mau minum apa?” tanya ku ke kak Regga, “sama aja sama kamu” jawabnya yang meminta aku memesan jus alpukat untuknya, “terus teman kakak pesan minum apa?” tanya ku sambil mmenengok ke arah teman kak Regga yang berada di sebelah kiri kak Regga, “mau minum apa Aszhka?” tanya kakak kepada Aszhka, “hmm.. fanta aja ..” jawabnya tenang, sambil menunggu minum yang sedang di pesan kakak dan temannya yang ternyata bernama Azshka dan kakak dari Divan, “adiknya Regga ya?” tanya Aszhka kepadaku, “dan kamu pasti adiknya arzest” tambahnya sambil menengok kearah Rayza, “ ehh iia kak ..” jawabku bersamaan dengan Rayza, “pantas saja Divan, kemarin bengong trus menyebut nama kamu” kata Aszhka yang tiba – tiba mengagetkan ku, “hah.. masa sii kak ??” tanya ku sambil memperlihatkan mimik wajah yang bingung, “cie.. cie.. Airaa..” kata – kata kak Regga yang menggodaku hingga membuat aku salah tingkah, untung saja kakak tidak melihatnya, teman kak Regga yang lain berdatangan ke kantin dan menyapanya “ hai gaa .. wah ada kak Aszhka juga.. hallo kak” sapa salah satu di antara mereka, “wah panjang umur baru aja di omongin” kata kak Aszhka melihat ke arah Divan, “siapa ?” tanyanya bingung, “loh memang siapa lagi?, kan loe yang lagi di omongin” kak Regga menambahkan, “haah gw?” jawab Divan bingung, “iiiaa.. jangan berlagak bingung deh loe ...” tambah kak Aszhka, Divan langsung duduk berada tepat di sebelahku, karena bangku yang lain sudah terisi oleh teman – temannya dan kakaknya rayza, “tuh kan langsung duduk di sebelah Aira..” kata – kata kak Aszhka yang menggoda aku dan Divan yang membuat Divan kikuk, “salting deh ..” tambah arzest yang membantu menggoda Divan dan membuat Divan semakin salah tingkah. Tidak lama kemudian handphone ku bergetar ada sms yang masuk, “haah Sammy..” kata – kataku yang membuat kak Regga mengambil handphone ku dan langsung menelfon Sammy dengan nada kesal, kak Regga pun pergi untuk berbicara dengan Sammy. Entah apa yang kak Regga dan Sammy bicarakan, tapi akupun berfikir mungkinkah kakak berang dengan semua yang telah Sammy lakukan selama ini denganku dan bukan hannya dengan ku tapi dengan seluruh keluargaku, aku hannya duduk terdiam dan tidak mengeluarkan satu katapun selama kakak berbicara dengan Sammy. Perasaanku sungguh gak ada yang bisa mengungkapkannya, sampai Rayza berbicara “Raa.. hei .. Aira.. , kok diem aja sii..” katanya sambil memegangi tangan kanan ku yang berada di atas meja di kantin saat itu, “ohh gak kok .. aku hanya lagi berfikir saja ..” jawabku dan perkataan ku tadi membuat semua yang saat itu berada satu meja denganku terdiam sejenak dan melihat ku dengan tatapan penuh tannya, aku yang saat itu merasa aku harus meninggalkan kantin dan saat itu aku mengajak Rayza “ Rayza kekelas yuk..” tanpa menunggu jawaban dari Rayza aku langsung berdiri menuju kasir untuk membayar semua minuman yang aku pesan tadi, “Raa.. Aira .. tunggu donk ..” Rayza memanggilku sambil tergesa – gesa mengejarku yang sudah lebih dahulu berjalan menuju kelas, akupun terdiam selama di koridor dan hannya bisa menatap jalan yang aku lewati entah apa yang ada dalam fikiranku saat itu. “ Ra.. Airaa..” teriak salah seorang yang mengejarku dari kantin tadi, dan aku hanya menoleh sebentar melihat seseorang yang memanggil namaku itu ternyata kak Regga, “dek ,, kamu kenapa sii tiba – tiba pergi gitu aja ..??” katanya sambil menyodorkan handphone ku yang tadi diambilnya, “ohh ..” jawabku singkat dan langsung mengambil handphone ku dari tangannya, “kamu kenapa sii ?” tanyanya, “gak pa – pa kok, aku kekelas ya, ohh iiaa, terimakasih handphonenya,,” jawabku dan pergi meninggalkan kakak yang berdiri dengan perasaan yang bingung, sampai di salam kelas Rayza langsung meyerangku dengan berbagai pertanyaan yang membuatku semakin kacau, tapi aku bahagia karena masih ada yang memperhatikanku walaupun orang itu baaru saja aku kenal.
# jam sekolah pun telah usai dan aku bergegas keluar kelas untuk menemui Divan yang sudah berada di parker sekolah, “kak aku pulang naik taksi saja ya..” kata ku yang membuatnya sedikit terlihat emosi dan entah apa yang terjadi hingga membuatnya seperti itu, “kenapa kamu mau naik taksi? Sudah aku antar saja sampai rumamu..” jawabnya yang tanpa basa – basi atau mendengarkan apa yang aku akan katakana dan hanya embukakan pintu mobilnya dan menyuruhku masuk kedalam mobilnya, akupun hanya menuruti apa yang Divan lakukan dan bisa terdiam, didalam mobil pun aku diam dan gak mengatakan satu katapun, “kamu kenapa sii??, kok tiba – tiba jadi dingin kayak gini” Divan yang bertanya dan memulai percakapan, “hmm.. gak pa – pa kok ..” jawabku tanpa melihat kearahnya, saat itu keadaan cuaca yang panas semakin membuat aku kehilangan semangat, “ tuh kan diem aja, kenapa sii, cerita donk,, itu juga kalau kamu mau cerita sama aku..”tambahnya dengan nada suara yang sedikit ingin tahu, “gak pa – pa kok kak..” jawabku dengan senyuman saat menoleh ke arahnya, “ ooo,, ya udah gak pa – pa kalau kamu gak mau cerita sekarang, aku akan selalu mendengarkan apa yang kamu mau ceritakan kapanpun itu,..” jawabnya dengan senyuman yang menurutku itu manis, “iiaa kak,, maaf ya aku belum bisa cerita sekarang” jawabku, “eee,, sebelumnya jangan panggil aku kakak lagi ya.., kemarin kan dah aku bilang..” tambahnya. “iiaa kak, eh Divan..” jawabku “gitu donk kan kedengarannya lebih enak” jawbnya dengan senyuman yang sama dan membuatku merasa tenang saat dekat dengannya, “mau temani aku gak ?” tanyanya, “mau kemana kak, eh Divan,,” jawabku yang untuk pertama kalinya aku menatap matanya, “hmm kemana ya .. yang jelas ngilangin bad mood kamu aja dulu .. nanti sambil jalan aku fikirkan lagi kita mau kemana..” jawabnya dengan sekali lagi senyuman yang membuat hati merasa nyaman, “ok.. tapi masa pakai baju sekolah sii?” jawabku sambil memegang kerah bajuku, “ kita kerumah kamu aja dulu, kamu ganti baju sekalian minta izin sama orang tuamu..” jawabnya sambil mengacak – acak rambutku, “uh rambutku ..” jawabku sambil merapihkan rambutku yang tadi berantakan, “deuh sampe segitunya sama rambut ..” jawabnya, “hmm.. habis ngerawatnya kan juga susah..” jawabku yang masih membereskan rambutku, “loh kok susah sii,, kan banyak salon,, kenapa susah ngerawatnya?” tanyanya bingung, “akukan bukan tipe cewek yang suka kesalon.., tapi terkadang aku juga suka kesalon sii hanya buat potong rambut ku saja ..” jawabku, “ooo kirain” jawab Divan, “maksudnya ?? kirain apa?” jawabku dan sambil bertanya, “ ya gitu deh ..” jawabnya singkat, “huuhh .. gitu ihh..” jawabku dengan sedikit bt, “ yah kambuh deh bad moodnya” kata Divan sambil menengok kearahku, “ dah sampai tuh,, cepat ya ganti bajunya ..” tambahnya, “ iiaa ,,” jawabku dan langsung keluar dari mobil tanpa melihat ke arah belakang. Sampai di dalam rumah aku tidak melihat mama ataupun bibi yang biasanya selalu membukakan pintu, loh kok sepi fikirku, “ maa.. mama... maaa...” kataku dengan suara yang agak keras dan saat aku menuju dapuruntuk mengambil minum menghilangkan rasa hausku  ada kertas yang di tempelkan
nanti sambungannya :>> 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar